Dari Plat Galvanis 0
Dari Plat Galvanis 1
Dari Plat Galvanis 2
Dari Plat Galvanis 3
Dari Plat Galvanis 4

Plat Galvanis

Pembelian Minimum 2
Negara Asal Indonesia
Update Terakhir 03 Agt 2020
Harga
CALL

Penjual

PT. Piramid Cahaya Abadi

Verified Supplier
Alamat

Komplek 46 Blok D No.14, Jl. Pangeran Jayakarta RT.7/RW.7Mangga Dua Selatan, Sawah BesarKota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10730

No. Telepon

+628XXXXXXXX

No. Whatsapp

Klik Disini

Detil Produk Plat Galvanis

Zinc merupakan salah satu logam dasar yang memiliki banyak manfaat disamping logam non – ferrous lain seperti copper, lead, alumunium, dan nickel. Secara umum dalam bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai seng. Zinc sendiri merupakan jenis logam ke empat yang paling banyak diproduksi setelah ba
Dapatkan penawaran terbaik untuk Plat Galvanis !
Nama
Jumlah Order
Unit
IndoTrading.com adalah media iklan khusus perusahaan, distributor, Grosir, Agen, Supplier, Trading dan Pabrik. Jika anda tertarik untuk membeli Plat Galvanis ini dengan harga murah, Mohon hubungi Kontak Perusahaan ini diatas.

Jika anda adalah perusahaan yang ingin menjual di IndoTrading.com ,
Detil Produk

Zinc merupakan salah satu logam dasar yang memiliki banyak manfaat disamping logam non – ferrous lain seperti copper, lead, alumunium, dan nickel. Secara umum dalam bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai seng. Zinc sendiri merupakan jenis logam ke empat yang paling banyak diproduksi setelah baja, alumunium dan tembaga. Titik Melelhnya dapat mencapai 450 derajat celcius.  Sebagai salah satu dari base metal, zinc memiliki banyak aplikasi yang berbeda dan sangat dibutuhkan dalam kehidupan modern saat ini. Antara lain digunakan untuk fabrikasi komponen baja dalam bentuk die casting alloys dan sebagai kuningan yang merupakan paduan dari zinc dan tembaga.

Sementara itu, mayoritas zinc diaplikasikan untuk proteksi korosi atau galvanizing pada baja dengan cara membentuk permukaan penghalang pada baja sehingga tahan terhadap korosi. Zinc juga diaplikasikan dalam bentuk oksida (zinc oxide) yang memiliki manfaat dalam formulasi dan juga vulkanisasi pada karet dan ban, zinc oksida juga digunakan sebagai fertilisator dan sebagian kecil dimanfaatkan dalam bidang farmasi serta penggunaan dalam bidang farmasi serta penggunaan dalam bidang medis. Konsumsi zinc dunia terus mengalami pertumbuhan, dari sekitar 5 juta ton per tahun pada 1970 menjadi lebih dari 8 juta ton per tahun pada akhir abad ke 20, dan menjadi 9,7 juta ton per tahun 2003.  Permintaan dunia akan Zinc mengalami kenaikan 2% pertahun.

Menurut riset fakta, bahwa kenyataannya proses galvanis mengkonsumsi sekitar 3 juta ton zinc pertahun atau menunjukkan sekitar 30 juta ton baja pertahun yang telah melalui proses hot dip galvanis dan digunakan dalam segala bentuk, atau data lain menyebutkan mencapai 40% dari seluruh produk seng di dunia. Hal ini membuktikan bahwa proteksi korosi melalui galvanis, merupakan suatu metode yang cukup disukai oleh para praktisi yang bergerak dalam bidang korosi karena memiliki baja.

Di indonesia sendiri, pabrik pengolahan zinc masih belum ada. Disamping karena ketersediaan bahan baku berupa zinc core yang tak selalu banyak (potensi bahan galian di Indonesia yang besar antara lain adalah bauksit, tembaga, dan nikel), juga teknologi pemrosesannya yang membutuhkan investasi yang besar, akan tetapi Indonesia memiliki potensi yang besar akan sumber daya zinc. Karena itu kebanyakan impor zinc dari Korea, Australia, dan Jepang.

Fluktuasi harga zinc tersebut tentunya sangat mempengaruhi keberlangsungan usaha para galvanizer, yang apabila tidak dilakukan penyesuaian harga galvanis maka bukanlah hal yang tidak mungkin para galvanizer akan menghentikan sementara kegiatan proses galvanizing, karena tidak dapat lagi membeli zinc dengan harga yang menjulang tinggi tersebut.

Percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah mendorong kenaikan permintaan, tetapi di satu sisi bahwa industri galvanis sebagai “pendukung akhir” kembali mengalami gejolak yang berdampak sangat signifikan terhadap besaran biaya produksi secara keseluruhan.

Ada beberapa Grade Zinc (sesuai ASTM B6 Standard Specification for Zinc) seperti di bawah ini :

  • 1. SHG (Special High Grade) : Zinc Content 99,99%
  • 2. HG (High Grade) : Zinc Content 99,90%
  • 3. PW (Prime Western) : Zinc Content 98,0%

Pengelompokkan jenis zinc di atas memiliki sejarah yang panjang, didasarkan atas tingkat pengotor yang dikandung dan diproses dengan teknologi saat ini.  Pabrik dengan proses elektrolisis dapat menghasilkan spesifikasi SHG dan merupakan sebagai komoditas utama karena kualitasnya. Mengacu pada Standard ASTMA123. Bahwa komposisi Zinc Content di dalam bak galvanis adalah minimum sebesar 98%, sisanya adalah alloy lain untuk meningkatkan performa seperti Alumunium, Nickel dan lain – lain.