Dari Mesin Proofer Roti Praktis 0

Mesin Proofer Roti Praktis

Pembelian Minimum 1
Negara Asal Indonesia
Kategori Mesin Pemanggang
Update Terakhir 10 Mar 2015
Harga
CALL

Penjual

CV. Graha Mesin Globalindo

Verified Supplier
Alamat

Jl Kapi Sraba Ruko Kav.3 Blok 10B/39 Sawojajar 2 Malang

Detil Produk Mesin Proofer Roti Praktis

Jual Proofer RotiKenali Proofing,  Teknik Memanggang RotiProofingsering juga disebut dengan istilahprovingataublooming, prosesprovingmerupakan proses fermentasi akhir dengan mendiamkan adonan roti dalam jangka waktu tertentu. teknik ini memungkinkan adonan untuk mengembang dalam jangka waktu rehat y
Dapatkan penawaran terbaik untuk Mesin Proofer Roti Praktis !
Nama
Jumlah Order
Unit
IndoTrading.com adalah media iklan khusus perusahaan, distributor, Grosir, Agen, Supplier, Trading dan Pabrik. Jika anda tertarik untuk membeli Mesin Proofer Roti Praktis ini dengan harga murah, Mohon hubungi Kontak Perusahaan ini diatas.

Jika anda adalah perusahaan yang ingin menjual di IndoTrading.com ,
Pencarian Mesin Proofer Roti Praktis
Detil Produk

Jual Proofer Roti

Kenali Proofing,  Teknik Memanggang Roti

Proofing sering juga disebut dengan istilah proving atau blooming, proses proving merupakan proses fermentasi akhir dengan mendiamkan adonan roti dalam jangka waktu tertentu. teknik ini memungkinkan adonan untuk mengembang dalam jangka waktu rehat yang diberikan. Pada proses proofing ini, ragi hendaknya dilarutkan kedalam air hangat dan didiamkan terlebih dahulu sebelum dicampurkan kedalam adonan kue.

  • Proses pembuatan adonan

Dalam pembuatan adonan kue, terdapat beberapa langkah pengolahan dan pengistirahatan adonan hingga adonan tersebut siap untuk digunakan. Langkah-langkah pengolahan adonan meliputi pencampuran adonan, pemijatan, pelipatan, pembagian, pembentukan adonan, dan panning.  Sedangkan untuk proses pengistirahatan adonan meliputi autolyse, fermentasi, dan proofing.  

autolyse, merupakan tahap mendiamkan adonan setelah bahan-bahan seperti air dan tepung dicampur secara rata. Proses ini dilakukan sebelum adonan tersebut dicampurkan dengan ragi atau bahan-bahan lainnya. Dengan melakukan proses autolyse ini, adonan akan lebih mudah dibentuk dan volume adonan tersebut juga semakin bertambah.

Proses fermentasi merupakan tahap dimana ragi makanan ditambahkan kedalam adonan kue yang terdiri dari tepung dan air. Sedangkan  proofing merupakan proses akhir dimana adonan yang telah dibentuk didiamkan sejenak hingga adonan tersebut mengembang. Dalam proses pengistirahatan adonan ini, terdapat banyak faktor yang harus dipertimbangkan meliputi  suhu udara, atau karakteristik dari adonan tersebut.

 Tiap-tiap jenis kue memiliki proses pengolahan yang berbeda-beda, namun rata-rata proses pengolahan adonan ini bisa dibagi menjadi dua jenis yaitu straight dough/ pengadonan lansung atau sponge dough. Perbedaan metode ke dua proses pengolahan tersebut dapat dilihat dari berapakali adonan tersebut diproses. Untuk metode straigh dough, adonan biasanya diproses dengan menggunakan satu langkah pencampuran adonan yang kemudian dipukul-pukul. Sedangkan metode sponge dough diproses dengan menggunakan beberapa langkah pencampuran.

Beberapa istilah lain yang sering digunakan dalam proses peragian makanan adalah overproofing dan retarding. Overproofing merupakan akibat dari proser peragian adonan yang tertalu lama, terjadinya overproofing pada adonan akan  menurunkan kualitas tekstur dari adonan tersebut. Adonan yang telah deberi ragi dan didiamkan terlalu lama biasanya akan mengembang dan bengkak.

Retarding biasa dilakukan dalam proses peragian dengan menyimpan adonan dalam lemari pendingin. Proses retarding ini harus dilakukan dalam  suhu dingin, hal ini dilakukan untuk menghambat peragian. Proses ini dilakukan agar adonan kue tersebut memiliki citarasa tersendiri. Proses ini bisa dilakukan dengan tiga cara yaitu dengan menyisihkan sebagian adonan sebelum adonan tersebut difermentasi kemudian didinginkan, menggunakan keseluruhan adonan  yang telah difermentasi untuk difermentasikan dalam suhu rendah, atau dilakukan setelah adonan dibentuk.